IRM Ganti Nama IPM

Januari 20, 2008 at 2:17 am | In Uncategorized | No Comments

JOGJA - Konferensi Pimpinan Wilayah Ikatan Remaja Muhamadiyah (IRM) Se- Indonesia segera digelar akhir bulan ini atau tepatnya 26-29 Januari 2008 di Makassar, Sulawesi Selatan. Agenda utama dalam konferensi yang diikuti 32 Konpiwil itu adalah kembalinya nama IRM menjadi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Menurut sejarah, awal dibentuk IRM bernama IPM, namun dilarang pemerintah orde baru sejak 1992. Ketua Pimpinan Pusat IRM Bidang Advokasi Mas Mulyadi kepada Radar Jogja kemarin mengatakan, rencana pergantian nama dari IRM menjadi IPM dilatarbelakangi oleh kesadaran akan sejarah di masa lalu.

Telah terjadi sejarah yang kelam awal pembentukan IRM. “Kekuasaan negara waktu itu, Orde Baru mencangkok semua lembaga seperti IPM,” katanya saat berkunjung ke kantor Radar Jogja. Saat ini adalah sangat tepat untuk mengembalikan nama IPM apabila gerakan akan lebih difokuskan kepada pelajar.

IRM, organisasi berbasis massa yang didirikan sekitar tahun 1961 dengan tujuan amar makruf nahi munkar yang melibatkan remaja dan pelajar. “Ketika awal didirikan organisasi itu bernama IPM,” katanya. Dalam sejarah, IPM mempunyai hubungan dekat dengan pemerintah Orde Baru. Program yang dikembangkan IPM ketika itu adalah pengembangan diri dan pembangunan karakter.

Namun bersamaan kebijakan pemerintah menjadikan organisasi siswa intra sekolah (OSIS) sebagai satu-satunya organisasi siswa, maka IPM diubah menjadi IRM. Dan era sekarang ini, kembali dengan nama IPM sangat tepat. Meskipun rencana pergantian itu menimbulkan pro kontra, bisa disepakati melalui rapat pleno.

Sekretaris Pimpinan Pusat Hubungan Antar Lemabaga Mahendra Setyo A menambahkan tidak ada alasanya menolak pergantian nama itu. Sebab, rencana pergantian nama sudah diputuskan oleh PP Muhamadiyah dan sudah di-SK-kan.

Berbeda dengan IRM, IPM nantinya lebih fokus pada profesionalitas. Mendorong pelajar berpokir profesional. Sementara Ketua Pimpinan Pusat Bidang Organisasi Ridho Alhamdi mengatakan, akan terjadi paradigma baru setelah pergantian nanti. Jika pada era reformasi lebih didominasi mahasiswa.

“Bahkan pelajar tidak ada gaungnya sama sekali, maka kami berharap adanya IPM kini akan difokuskan untuk kepentingan pelajar,” ujarnya. (lin), Kamis, 10 Jan 2008 (Sumber : www.jawapos.co.id)

Teknik Dasar Advokasi; Catatan Pengantar Bagi Pemula

Nopember 10, 2007 at 7:43 am | In Opini | No Comments

Pada dasarnya, berbagai program advokasi yang dilakukan oleh banyak kalangan (NGO, Organisasi Massa, dsb), seperti aksi protes, selebaran-selebaran, unjuk rasa, protes, dsb. Mempunyai kesamaan sasaran, yakni suatu kebijakan tertentu dari pemerintah yang menyangkut kepentingan publik (publik policy). Meskipun sangat mungkin hasil dari kegiatan yang mereka nyatakan itu berbeda, namun tujuan atau sasaran akhirnya sebenarnya sama saja, yakni terjadinya perubahan peraturan atau kebijakan publik (policy reform). Continue reading Teknik Dasar Advokasi; Catatan Pengantar Bagi Pemula…

Poros Pelajar Jaring Aspirasi Masyarakat tentang Pendidikan

Nopember 7, 2007 at 7:44 pm | In Uncategorized | No Comments

Jakarta, Kompas - Sejumlah elemen organisasi pelajar di bawah payung Poros Pelajar, Kamis (3/5), mulai menggelar kegiatan yang mereka namakan “Aksi Jaring Aspirasi Pendidikan”. Mereka mempertanyakan sejauh mana kebijakan pemerintah terkait pendidikan sejalan dengan keinginan publik. Continue reading Poros Pelajar Jaring Aspirasi Masyarakat tentang Pendidikan…

PP IRM Minta Pemerintah Meninjau Ulang UN

Nopember 7, 2007 at 7:31 pm | In Berita | No Comments

Yogyakarta, Kompas - Pimpinan Pusat Ikatan Remaja Muhammadiyah meminta pemerintah meninjau ulang sistem evaluasi ujian nasional yang digunakan sebagai salah satu syarat utama penentu kelulusan siswa. Evaluasi akhir sekolah diusulkan agar diserahkan kepada guru dan sekolah. Continue reading PP IRM Minta Pemerintah Meninjau Ulang UN…

Politik, Pendidikan dan Partisipasi Pelajar

Oktober 1, 2007 at 4:37 pm | In Opini | No Comments

Tema pendidikan senantiasa menarik untuk selalu diperbincangkan dalam konteks pembangunan sebuah bangsa. Hal ini disebabkan karena besarnya kontribusi pendidikan dalam ranah masyarakat itu sendiri. Pendidikan menjadi penting sebagai wahana transformasi sosial. Dalam konteks ini, maka masyarakat (termasuk remaja/pelajar) memegang peranan penting untuk menentukan kehidupan sosial dimasa yang akan datang.

Continue reading Politik, Pendidikan dan Partisipasi Pelajar…

Sekolah dan Hegemoni Kekuasaan

Oktober 1, 2007 at 4:36 pm | In Opini | No Comments

Mengapa selama ini kita harus melakukan segala rutinitas kehidupan sehari-hari yang amat mekanis & robotik? Lalu pernahkah anda tanyakan; Siapakah saya? Mengapa saya ada? Apa bedanya saya dengan yang lain? Untuk apa saya hidup? Dari mana asal saya? Kemana nantinya tujuan saya? Apa yang harus dan jangan saya lakukan? Sudah tepatkah yang saya lakukan selama ini? Benarkah pengetahuan saya tentang hidup yang saya punyai selama ini?

Continue reading Sekolah dan Hegemoni Kekuasaan…

PP IRM Serukan Matikan Teve

Oktober 1, 2007 at 4:35 pm | In Berita | No Comments

JOGJA - Memasuki bulan Ramadan PP Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) dengan tegas menuntut penghentian komersialisasi puasa yang dapat merusak iman masyarakat. Komersialisasi puasa oleh beberapa pengusaha terutama media televisi dinilai mampu menjauhkan masyarakat dari esensi puasa.
Continue reading PP IRM Serukan Matikan Teve…

PP IRM Seruhkan ‘Stop Komersialisasi Ramadhan’

Oktober 1, 2007 at 4:33 pm | In Berita | No Comments

Yogyakarta-RoL– Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) menyerukan “stop komersialisasi Ramadhan”, agar bulan puasa bagi umat Islam tersebut tidak dialih-fungsikan sebagai momen untuk menumpuk modal.“Kini Ramadhan dipandang sebagai ajang ‘entertaint’ dan dijual dengan beragam cara untuk kepentingan pemilik modal, yang mengakibatkan lunturnya esensi ramadhan,” kata Ketua Bidang Advokasi PP IRM Masmulyadi di Yogyakarta, Selasa.

Continue reading PP IRM Seruhkan ‘Stop Komersialisasi Ramadhan’…

Pelajar Kritis, Gaul dan Syar’i

Oktober 1, 2007 at 4:31 pm | In Opini | No Comments

Oleh : Masmulyadi

Banyak yang bahagia dengan tahun ajaran baru. Orang tua tentunya. Dia bahagia karena anaknya dapat lulus dan melanjutkan sekolahnya di sekolah lanjutan. Bagi seorang siswa baru, kebahagiaan itu antara lain punya teman baru, guru baru dan sekolah baru. Bahagia karena lulus ujian yang merupakan ”penghalang” sebagian siswa untuk menapaki sisi hidupnya lebih jauh. Sekolah pun ikut bahagia bisa menerima murid baru dengan aneka macam watak dan karakter. Pokoke tahun baru menjadi ruang bahagia bagi yang lulus dan mendapat sekolah baru.

Continue reading Pelajar Kritis, Gaul dan Syar’i…

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.